Thursday, March 12, 2015

Disney's Cinderella... Ella... Ella.. Eee.. Eee... :))

Once upon a time.. There was a girl named Ella...  Bla bla bla.. Bla bla bla.. And she lives happily ever after. Saya anggap semua orang sudah tahu kisah Cinderella jadi rasanya tidak perlu dijelaskan lagi. Di tahun 1950 studio Disney pernah membuat film animasinya, kini hadir versi live action-nya dengan jalan cerita yang gak jauh beda  dan (untungnya) bukan versi musikal.


Film yang diarahkan sutradara Kenneth Branagh ini sangat menarik secara visual.  Ceritanya memang old fashioned tapi kemasannya sangat indah. Acungan dua jempol dari saya untuk Dante Ferretti yang bertanggung jawab atas production design, silahkan Anda perhatikan semua hal yang ada disekitar para aktor, terlihat sangat detail, begitu juga dengan kostum yang menjadi tanggung jawab Sandy Powell. Itulah kelebihan film ini.. Plus penampilan Cate Blanchett yang memerankan Lady Tremaine, ibu tiri Cinderella yang kejam, dan kejamnya sang ibu tiri memiliki alasan logis yang sempat dijelaskan kepada Ella. Overall.. Film ini enak untuk dinikmati bersama keluarga apalagi kalo keluarga Anda penggemar Frozen.. Kok Frozen?  Ya karena film ini dibuka dengan film animasi singkat Frozen Fever yang lumayan menarik.


Butuh waktu 65 tahun bagi Disney untuk mengangkat film animasi Cinderella ke versi live action, dan proyek berikutnya adalah Beauty and the Beast. Berarti saya musti menunggu hingga tahun 2064 jika ingin menyaksikan versi live action Big Hero 6?  D'oh..!!!

It scores 7 outta 10!


Tuesday, March 10, 2015

American Sniper; Another Eastwood's antiwar

Clint Eastwood bukan hanya aktor yang handal tapi juga seorang sutradara yang cakap dan film American Sniper yang ia besut ini menjadi salah satu buktinya. Bradley Cooper memerankan Chris Kyle, seorang penembak jitu (sniper) SEALS yang ditugaskan di Irak. Awalnya ia bergabung dalam militer karena merasa ingin membantu negaranya yang (terlihat) diserang Al Qaeda namun lama kelamaan ia tidak bisa melepaskan pikiran dari medan perang dan terobsesi untuk melindungi rekan-rekan sesama tentara dari serangan sehingga keluarga ia cintai menjadi korban karena ditelantarkan.


Film American Sniper dibuat berdasarkan buku 'American Sniper : The Autobiography of the most lethal sniper in US military history' oleh Chris Kyle bersama Scott McEwen dan Jim DeFelice.  Film ini dinominasikan sebagai film terbaik, begitu juga aktor Bradley Cooper sebagai aktor utama. Namun piala Oscar dibawa pulang hanya untuk kategori sound editing dan naskah adaptasi terbaik. Overall.. It's a good movie! Clint Eastwood mempresentasikan kisah Chris Kyle dengan baik sehingga enak dinikmati dari awal hingga akhir. Performa Cooper bisa dibilang juara terutama dalam memperlihatkan konflik psikologis akibat perang dan interaksi dengan istri yang merasa diasingkan. Saya merasa Eastwood ingin menyampaikan pesan anti perang meskipun terlihat seperti propaganda dan pencitraan Amerika. Chris Kyle digambarkan sebagai pahlawan meskipun menurut saya tindakannya belum tentu bisa dibenarkan. Satu hal yang kurang buat saya adalah penjelasan tentang akhir tragis endingnya, but that's fine by me. Bila Anda penggemar film perang maka film ini wajib ditonton.

It scores 8 outta 10!


Thursday, March 5, 2015

CHAPPiE; Robot / Human (vice versa)

Holy Crap... Neill Blomkamp has done it again..!  Setelah film District 9 yang saya kagumi dan Elysium yang lumayan menghibur kini ia kembali dengan sebuah film science fiction action berjudul CHAPPiE. And i love it! Kota Johannesburg di Afrika Selatan jadi pusat perhatian ketika sebuah perusahaan bernama Tetravaal pimpinan Michelle Bradley (Sigourney Weaver) menciptakan robot yang bekerja menggantikan tenaga polisi. Tingkat kejahatan yang tinggi menjadi turun dengan kehadiran robot -  robot ciptaan Deon (Dev Patel) ini. Sementara Vincent (Hugh Jackman) tidak senang dengan kesuksesan Deon dan merencanakan untuk melakukan sabotase,  Deon secara diam-diam telah sukses menciptakan program kesadaran untuk robot yang ia install di unit robot scout 22 (meskipun dalam keadaan terpaksa) dan diberi nama CHAPPiE. Ketika semua robot rusak akibat ulah Vincent, chappie menjadi satu-satunya penyelamat dan sekaligus inovator robot baru yang memiliki kesadaran manusia.


CHAPPiE dibuat berdasarkan film pendek berjudul Tetravaal yang pernah dibuat sutradara Blomkamp sebelumnya. Juga sama dengan yang sudah-sudah, film ini pun sarat dengan kritik sosial. CHAPPiE akan mengingatkan Anda pada film Robocop dan Al karena premisnya memang mirip, seolah gabungan dari keduanya. Namun film ini jauh lebih baik kualitasnya daripada remake Robocop tahun 2014 lalu yang mengecewakan (i'm a huge fan of the 1987 original Robocop) dan jauh lebih simpel dari film AI karya Steven Spielberg. Ada beberapa bagian yang memang terlihat konyol dan beberapa plot holes namun saya masih bisa memaafkannya. Penampilan para bintangnya cukup baik, Sharlto Copley yang paling menarik perhatian dalam memerankan CHAPPiE dengan sentuhan spesial efek dari WETA Digital. Overall film ini menarik karena menghibur dan memberikan beberapa insight tentang penampilan luar yang bisa menipu. Robot can be human and vice versa....

It scores 8 outta 10!


Tuesday, March 3, 2015

The Wedding Ringer; funny bromance

Doug Harris (Josh Gad) adalah pengacara yang kaya dan sukses, namun sukses yang sama tidak berlaku dalam urusan pertemanan. Sejak kecil Doug selalu berpindah-pindah mengikuti orang tuanya sehingga ia tidak memiliki teman padahal dalam waktu 2 minggu ia akan menikah dengan Gretchen Palmer (Kaley Cuoco-Sweeting) dan Doug membutuhkan pendamping pria di atas altar pernikahannya nanti. Ditengah kekalutannya menemukan 'Best Man' untuk pernikahannya, ia mendapat info dari Edmundo (Ignacio Serricchio) bahwa ternyata ada jasa yang bisa menyediakan Best Man bagi orang-orang yang gak punya teman seperti Doug. Dan benar saja, ternyata jasa pelayanan The Best Man Inc. yang dipimpin Jimmy Callahan (kevin Hart) ternyata cukup profesional dan mampu menyediakan apa yang diinginkan Doug. Permintaan Doug adalah paket 'Golden Tux' sebuah paket lengkap yang terdiri dari 7 pendamping pria untuk mempelai pria (Best Man) dan seorang sahabat dekat bernama Bic Mitchum, hanya saja paket Golden Tux ini belum pernah dilakukan sehingga persiapan yang benar-benar matang harus dilakukan. Hasilnya? Ya berhubung film The Wedding Ringer adalah film komedi saya yakin Anda sudah bisa menebaknya. Sutradara Jeremy Garelick sebenarnya sudah mempersiapkan film ini sejak tahun 2002 dengan judul The Golden Tux namun menemui banyak kendala serta sibuk membuat film lain hingga akhirnya baru kesampaian rilis tahun ini. Apakah karena materinya sudah lama maka kisahnya menjadi basi? ternyata tidak. Overall film ini tidak bisa dibilang bagus namun penampilan duo komedian Josh Gad dan Kevin Hart menarik perhatian dengan chemistry yang pas serta bisa membuat film ini menjadi salah satu film komedi yang menarik untuk disaksikan. Jadi jika Anda butuh hiburan dan ingin tertawa ngakak sampe mules, maka film ini akan menjadi pilihan tepat, asalkan Anda tidak membawa anak-anak karena isinya penuh materi dewasa yang susah untuk dipertanggungjawabkan.

It scores 5 outta 10!


Friday, February 27, 2015

Focus;

Will Smith memerankan Nicky Spurgeon, seorang penipu ulung yang kayaknya memang dilahirkan untuk menipu orang lain secara diam-diam, mulai dari mencopet, taruhan hingga mencuri rahasia orang lain. Pertemuannya dengan Jess Barrett (Margot Robbie) tampaknya membuat ia kehilangan fokus, padahal ia sedang mempersiapkan sebuah aktivitas pencurian masif dalam sebuah event yang mirip super bowl di New Orleans. Jess juga seorang penipu tapi kelas teri dan Nicky mengajarinya tentang dunia copet mencopet agar Jess lebih mahir lagi. Pencopetan besar-besaran yang dilakukan Nicky di stadion olahraga itu menjadi puncak hubungan mereka berdua, demi pekerjaannya akhirnya Nicky meninggalkan Jess begitu saja tanpa penjelasan apapun. Pertemuan mereka 3 tahun kemudian di Buenos Aires menjadi sebuah permainan tipu menipu yang menarik sekaligus mematikan.


Film Focus ini ditulis dan disutradarai 2 orang, Glenn Ficarra dan John Requa. Menurut saya film ini cukup cerdas dalam mengejek film dengan genre con-man, ketika film lain sibuk membuat aksi terakhir dengan hasil yang sangat besar supaya sang con-man bisa berlibur disuatu tempat dan hidup bahagia, Nicky malah mengatakan bahwa yang seperti itu cuma khayalan, biarpun hasilnya kecil yang penting sering sehingga mereka selalu memiliki pemasukan. Will Smith tampil prima dan begitu juga dengan Margot Robbie, chemistry mereka dilayar sangat baik. Adrian Martinez tampil menonjol dengan memerankan Farhad yang 'unik'. Overall film ini cukup menarik meski terasa kurang greget dibagian akhir dan bersiaplah untuk kecele berkali-kali karena banyak sekali twist di film ini yang bisa menipu para penontonnya.

It scores 7 outta 10!


Wednesday, February 25, 2015

Mortdecai; Capt. Sparrow with new mustache

Charlie Mortdecai (Johnny Depp) adalah seorang dealer benda seni yang tinggal di sebuah mansion di Inggris, beristrikan seorang wanita cantik bernama Johanna (Gwyneth Paltrow) dan memiliki seorang pelayan pria bernama Jock Strapp (Paul Bettany) yang sangat terampil dalam segala hal (terutama urusan sex). Ketika sebuah lukisan karya Goya hilang dicuri, inspektur Martland (Ewan McGregor) meminta bantuan Mortdecai untuk menemukannya, tentu saja dengan profit sharing yang telah disepakati karena Mortdecai hampir bangkrut. Pencarian yang dilakukan Mortdecai berbuntut panjang dan menyangkut konflik internasional serta membahayakan nyawanya serta istri tercinta.


Film ini diangkat dari sebuah buku karya Kyril Bonfiglioli yang berjudul "Don't Point That Thing at Me" yang merupakan buku pertama dari trilogi Mortdecai. Sutradara David Koepp pernah bekerja sama dengan Depp dalam film thriller berjudul Secret Window, kini mereka kembali bekerjasama dengan genre yang berbeda. Mortdecai adalah film komedi dengan sedikit aksi (thanks to Jock), hanya saja hasilnya bisa dibilang cukup membosankan. Memang ada beberapa bagian yang lucu tapi mudah dilupakan. Yang sulit dilupakan hanya satu, kumis Mortdecai yang tampil prima disepanjang film. Bicara penampilan, akting Depp mengingatkan saya (lagi) pada karakter Jack Sparrow, hanya saja tanpa kostum bajak laut. Paul Bettany tampil mengesankan sebagai pelayan Mortdecai dan lainnya biasa saja. Overall film yang penuh kekonyolan ala Johnny Depp ini mungkin bisa menghibur Anda tapi hanya sesaat, malah mungkin bayangan kapten Jack Sparrow malah akan hadir dibenak Anda menggantikan tokoh Mortdecai yang sama konyolnya.

It scores 5 outta 10!


Friday, February 20, 2015

Unbroken ; Zamperini vs Japanese

Angelina Jolie ternyata bukan hanya aktris yang handal tapi juga bisa membuktikan bahwa dirinya bisa menjadi sutradara yang perlu diperhitungkan, buktinya adalah film Unbroken. Film ini mengisahkan tentang kehidupan Louis Zamperini, diperankan oleh Jack O'Connel,  seorang atlit lari jarak jauh yang pernah ikut Olimpiade tahun 1936 di Berlin Jerman, terdampar di laut pasifik selama 47 hari dan menjadi tawanan perang tentara Jepang selama 2 tahun saat perang dunia kedua.


Naskah film ini melibatkan duo Joel & Ethan Coen (salah dua filmmaker favorit saya) sehingga menghasilkan kisah yang enak untuk dinikmati dari awal hingga akhir. Jolie saya anggap berhasil mempresentasikan sebuah perjalanan hidup yang bisa menginspirasi para penontonnya, meskipun entah kenapa gaya film ini mengingatkan saya pada karya Steven Spielberg. Visualisasinya enak dilihat dan production design nya sangat apik. Jack O'Connell dan semua pemain pendukung film ini tampil dengan prima. Meskipun ada beberapa plot holes namun hal itu tidak akan mengganggu kisah secara keseluruhan, mungkin Anda perlu membaca buku biografinya jika ingin mengetahui lebih detail tentang Louis Zamperini. Jadi.. Jika Anda merasa jadi orang paling merana didunia, maka Anda perlu menyaksikan film ini dan belajar dari Zamperini tentang perjuangan (untuk) hidup.

It score 8 outta 10!